Sifatkalam artinya berfirman atau berbicara. Allah bersifat kalam artinya Dia berfirman dengan kalam yang tidak sama sebagaimana perkataan makhluk, karena Allah berbeda dengan makhluk dalam segi apapun. Berikut ini adalah uraian 20 sifat mustahil bagi Allah SWT: ‘Adam (عَدَم) ‘Adam yang menjadi sifat kebalikan dari wujud memiliki Hendaklahkita meyakini bahwa Allah itu bersifat Maha Berbicara. Akan tetapi kalam Allah tidak sama dengan kita sebagai makhluk Nya Sesungguhnya pembicaraan kita diciptakan dalam diri kita dan membutuhkan alat perantara berupa mulut, lidah serta kedua bibir Sedangkan Kalam Allah tidak seperti itu (tidak butuh alat perantara) Mungkinkita bisa berbohong kepada manusia, seperti orang tua, guru, atau teman. Akan tetapi kita tidak akan bisa berbohong kepada Allah SWT 13. Kalam ( Berbicara / Berfirman ) Allah SWT bersifat kalam artinya Allah SWT berfirman dalam kitab-Nya Keinginanitu bersifat mutlak atas kehendak Allah SWT, tanpa ada intervensi atau campur tangan zat yang lain. Dikutip dari Kitab Al-Jawahir Al-Kalamiyah (Terjemahan Achmad Sunarto, 2011) yang ditulis Syekh Thahir Al-Jazairi , sifat jaiz Allah SWT hanya ada satu, yakni "fi'lu kulli mumkinin au tarkuhu" (فعل كل ممكن أو تركه), yang KaunuhuMayyitan: yang mati. Kaunuhu Asham: yang tuli. Kaunuhu A’maa: yang buta. Kaunuhu Abkam: yang bisu. Dengan mengetahui 20 sifat wajib dan mustahil bagi Allah SWT tadi, semoga umat muslim bisa semakin beriman terhadap Allah. Serta bisa meningkatkan ibadah kita. Semoga ulasan tadi dapat bermanfaat. 20Sifat Wajib dan Sifat Mustahil Bagi Allah from Nabi serta rasul allah merupakan hamba yang bersifat siddiq, yaitu sifat jujur dalam berkata serta berbuat. Source: idkuu.com. Berikut ini 20 sifat mustahil allah swt yang perlu grameds karhui beserta arti dan maknanya: “jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan AllahSwt. bersifat mukhalafatu lilhawaditsi, dan sangat mustahil Allah bersifat . a. mayyitan b. ihtiyaju ligairihi c.jahilan d.mumatstsalatu - 45583839 sifat bagi Allah SWT..yaitu sifat Kalam dan sangat mustahil Allah bersifat.. a.bukmuh b.umyun c.shamamun d.fana 2 Lihat jawaban Iklan Iklan akbarrizka045 akbarrizka045 SifatWajib Bagi Allah SWT. Ada 20 sifat wajib allah yang tentunya wajib untuk diketahui oleh seluruh umat Islam di dunia. Sifat-sifat tersebut di antaranya adalah : Wujud / Ada. Dalam hal ini, Allah itu ada bukan karena ada yang menciptakannya, melainkan Allah itu ada dengan zat-Nya sendiri. Dalil Aqli. upvA9XK. * Gambar Sekadar Hiasan Mengucapkan kalimah syahadah yang pertama menunjukkan pengakuan tauhid kita. Ertinya, seseorang muslim hanya mempercayai Allah sebagai satu-satunya Tuhan. Manakala kalimah syahadah yang kedua pula menunjukkan pengakuan kita ke atas Muhammad sebagai Rasulullah. Allah adalah Tuhan dalam erti sesuatu yang menjadi motivasi ulung lantas menjadi tujuan hidup bagi seseorang. Tak ada Tuhan [yang berhak disembah] melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Al-Baqara 18 Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok [akhirat], dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Al-Hasr 18 Sebagai umat Islam, meyakini adanya Allah SWT dan mengetahui sifat-sifatnya adalah amat mustahak agar dapat menjadi mukmin sejati. Dengan modal iman inilah kita akan menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. A. Pengertian Iman kepada Allah SWT Iman menurut bahasa ertinya percaya atau yakin terhadap sesuatu. Iman menurut istilah adalah pengakuan di dalam hati, diucapkan dengan lisan dan dikerjakan dengan anggota badan. Hal ini sesuai Hadis Nabi Muhammad SAW yang berbunyi “Iman adalah pengakuan dengan hati, pengucapan dengan lisan, dan pengamalan dengan anggota badan.” HR Thabrani Dari penjelasan Hadis di atas dapat disimpulkan bahawa iman kepada Allah SWT memerlukan tiga unsur anggota badan yang tidak boleh dipisahkan satu sama lainnya, iaitu hati, lisan dan anggota badan. Iman kepada Allah merupakan suatu keyakinan yang sangat mendasar. Tanpa adanya iman kepada Allah SWT, seorang tidak akan beriman kepada yang lain, seperti beriman kepada malaikat, kitab-kitab, rasul-rasul Allah dan hari kiamat. Firman Allah SWT “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab Allah yang diturunkan sebelumnya, Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasulNya, dan hari kemudian maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” Nisa 136 B. Sifat-Sifat Allah SWT Allah SWT adalah zat Maha Pencipta dan Maha Kuasa atas seluruh alam beserta isinya. Allah SWT memiliki sifat wajib, mustahil dan jaiz sebagai sifat kesempurnaan bagi-Nya. Sebagai muslim yang beriman, wajib mengetahui sifat-sifat tersebut. Sifat wajib, ertinya sifat-sifat yang pasti dimiliki oleh Allah SWT – Sifat wajib Allah berjumlah 13 manakala 7 lagi sifat wajib yang digambarkan dengan keadaan Allah SWT menjadikan jumlah kesemuanya 20. Sifat mustahil, ertinya sifat-sifat yang tidak mungkin ada pada Allah SWT – Sifat mustahil merupakan kebalikan dari sifat wajib. Jumlahnya pun sama dengan jumlah sifat wajib bagi Allah SWT. Sifat jaiz, ertinya sifat yang mungkin bagi Allah SWT untuk berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya. – Ertinya Allah berbuat sesuatu tidak ada yang menyuruh dan tidak ada yang jaiz bagi Allah hanya satu, yaitu “Fi’lu kulli mumkinin au tarkuhu.” C. Dalil Naqli tentang Sifat-Sifat Allah SWT Sifat-sifat Allah yang wajib kita imani ada 20 Wujud Ada Adanya Allah itu bukan kerana ada yang mengadakan atau menciptakan, tetapi Allah itu ada dengan zat-Nya sendiri. Sifat mustahil-Nya adalah Adam yang bererti tidak ada. Untuk itulah kita tidak boleh meragukan atau mempertanyakan keberadaanNya. Keimanan seseorang akan membuatnya dapat berfikir dengan akal sihat bahawa alam semesta beserta isinya ada kerana Allah yang menciptakannya. “Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan diciptakan-Nya pula matahari, bulan dan bintang-bintang masing-masing tunduk kepada semua perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Rabb semesta alam“ … QS. Al-A’raf 54 Kepercayaan ada dan tidak adanya Allah SWT bergantung pada manusia itu sendiri yang boleh menggunakan akal sihatnya, sebagai bukti dengan adanya alam beserta isinya. Jika kita perhatikan, maka dari mana alam semesta itu berasal ?Siapakah Dia Yang Maha Kuasa dan Maha Agung itu ?Dialah Allah SWT yang Maha Suci dan Maha yang mengadakan segala sesuatu di alam ini, termasuk diri kita. Selain melihat alam semesta, kita juga dapat melihat tanda-tanda kekuasaan-Nya, seperti manusia dengan segala perlengkapan hidupnya di dunia ini. Tentu kita boleh berfikir bahawa semua yang ada pasti ada yang menciptakan, iaitu Tuhan Yang Maha Kuasa Allah SWT. Terkait dengan hal ini Allah SWT berfirman “Dan dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur. Dan Dialah yang menciptakan serta mengembangbiakkan kamu di bumi ini dan kepada-Nyalah kamu akan dihimpun. Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan dan Dialah yang mengatur pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak berfikir?” … Muminun 78-80 Qidam Dahulu atau Awal Sifat Allah ini menandakan bahawa Allah SWT sebagai Pencipta lebih dulu ada daripada semesta alam dan isinya yang Dia ciptakan. Sifat mustahil-Nya adalah Hudus yang ertinya baru. Allah SWT tidak berpermulaan sebab sesuatu yang berpermulaan itu adalah baru dan sesuatu yang baru itu namanya makhluk yang diciptakan. Allah SWT bukan makhluk malah Dia adalah Khalik Maha Pencipta. Oleh kerana itu Allah SWT wajib bersifat Qidam. Firman Allah SWT “Dialah yang Awal dan yang Akhir, yang Zhahir dan yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu“ … QS. Al-Hadid 3 Adanya Allah itu pasti lebih awal daripada makhluk ciptaan-Nya. Seandainya keberadaan Allah didahului oleh makhluk-Nya, maka semua ciptaan Allah ini akan hancur berantakan. Hal ini tentu mustahil bagi Allah kerana Allah Maha pencipta, tidak mungkin ciptaannya lebih dahulu ada daripada yang menciptakan.. Baqa’ Kekal Kekalnya Allah SWT… Dia tiada berkesudahan atau penghabisan. Dia sentiasa ada. Sifat mustahilnya adalah Fana’ ertinya rosak atau binasa. Semua makhluk yang ada di alam semesta seperti manusia, binatang, tumbuhan, planet, bintang dan black hole pasti akan rosak atau binasa sehingga disebut bersifat baru sebab ada awal dan ada akhirnya. Manusia betapapun gagah perkasa dirinya, wajah elok nan rupawan, suatu saat akan menjadi tua dan mati. Demikian halnya dengan tumbuhan yang semula tumbuh subur maka lama kelamaan akan layu dan mati. Sungguh betapa hina dan lemahnya kita nak berbangga diri di hadapan Allah SWT. Betapa tidak patutnya kita berbangga diri dengan kehebatan yang kita miliki kerana segala kehebatan itu hanyalah bersifat sementara. Hanya Allah SWT Sang Pencipta yang bersifat kekal. Firman Allah SWT “Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Rabb-mu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan“ … QS. Ar-Rahman 26-27 Mukhalafatu lil hawadits berbeza dengan ciptaanNya Berbeza dengan semua yang baru makhluk. Sifat mustahil-Nya adalah Mumasalatu lil hawadisi yang ertinya serupa dengan segala yang baru makhluk. Sifat ini menunjukkan bahawa Allah SWT berbeza dengan hasil ciptaan-Nya. Cuba kita perhatikan tukang jahit hasil baju yang dijahit sendiri tidak mungkin sama dengan tukang jahitnya. Begitu juga dengan tukang pembuat sepatu tidak mungkin sama dengan sepatu yang dibuatnya, bahkan robot yang paling canggih dan mirip manusia sekalipun tidak akan sama dengan manusia yang membuatnya. Firman Allah SWT “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat“ … QS. Asy-Syura 11 Senada dengan ayat tersebut Allah SWT juga berfirman dalam ayat yang lain yang berbunyi “……….Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan DiaAllah.” … QS Al Ikhlas 4 Dari dua ayat di atas dapat diambil pelajaran bahawa yang dimaksudkan dengan tidak setara itu adalah tentang keagungan, kebesaran, kekuasaan dan ketinggian sifat-Nya. Tidak satu pun dari makhluk-Nya yang menyerupai-Nya.. Qiyamuhu binafsihi Allah berdiri sendiri Qiyamuhu Binafsihi bererti Allah SWT itu berdiri dengan zat sendiri tanpa memerlukan bantuan yang lain. Maksudnya, keberadaan Allah SWT itu ada dengan sendirinya tidak ada yang mengadakan atau menciptakan. Contohnya, Allah SWT menciptakan alam semesta ini kerana kehendak sendiri tanpa minta pertolongan siapapun. Sifat mustahil-Nya adalah Ihtiyaju lighairihi, yang ertinya memerlukan bantuan yang lain. Berbeza sekali dengan manusia, manusia hidup di dunia ini tidak mampu hidup sendiri-sendiri. Mereka pasti saling memerlukan di antara satu dan yang lainnya kerana mereka makhluk yang diciptakan, sedangkan Allah SWT adalah Maha Pencipta. Firman Allah SWT “Allah tidak ada Tuhan selain Dia. Yang hidup kekal lagi senantiasa berdiri sendiri.” QS Ali Imran2 Sedarlah ternyata kita ini makhluk yang sangat lemah karena tidak mampu hidup tanpa bantuan orang lain dan makhluk lain. Akan tetapi, sebagai manusia kita juga harus memiliki sifat mandiri supaya tidak keterlaluan sangat bergantung pada orang lain. Wahdaniyah Esa atau Tunggal Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa., baik itu Esa zat-Nya, sifat-Nya, mahupun perbuatannya. Esa zat-Nya maksudnya zat Allah SWT itu bukanlah hasil dari penjumlahan dan perkiraan atau penyatuan satu unsur dengan unsur yang lain menjadi satu. Berbeza dengan makhluk, makhluk diciptakan dari berbagai unsur, seperti wujudnya manusia, ada tulang, daging, kulit dan seterusnya. Esa sifat-Nya bererti semua sifat-sifat kesempurnaan bagi Allah SWT tidak sama dengan sifat-sifat pada makhluk-Nya, seperti marah, malas dan sombong. Esa perbuatan-Nya bererti Allah SWT berbuat sesuatu tidak dicampuri oleh perbuatan makhluk apapun dan tanpa memerlukan proses atau waktu. Allah SWT berbuat kerana kehendak-Nya sendiri tanpa ada yang menyuruh dan melarang. Sifat mustahil-Nya adalah Ta’adud yang ertinya berbilang atau lebih dari satu. Allah SWT mustahil tidak mungkin lebih dari satu. Seandainya lebih dari satu pasti terjadi saling bersaing dalam menentukan segala sesuatunya, kalau terjadi demikian pasti alam semesta tidak akan terwujud. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini ”Katakanlah Muhammad. Dialah Tuhan Yang Maha Esa . Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada_Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” … QS Al Ikhlas 1-4 Meyakini ke-Esa-an Allah SWT merupakan hal yang paling prinsip. Seseorang dianggap muslim atau tidak, bergantung pada pengakuan tentang ke-Esa-an Allah SWT. Hal ini dapat dibuktikan dengan cara bersaksi terhadap Allah SWT, iaitu dengan membaca syahadat tauhid yang berbunyi “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah.” Qudrat Berkuasa Kekuasaan Allah SWT, atas segala sesuatu itu mutlak, tidak ada batasnya dan tidak ada yang membatasi, baik terhadap zat-Nya sendiri mahupun terhadap makhluk-Nya. Berbeza dengan kekuasaan manusia ada batasnya dan ada yang membatasi. Sifat mustahil-Nya adalah Ajzu, yang ertinya lemah. Allah SWT tidak mungkin bersifat lemah. Bagi Allah SWT, jika sudah berkehendak melakukan atau melakukan sesuatu, maka tidak ada satu pun yang mampu atau dapat menghalang-Nya. Dengan demikian, Allah SWT tetap bersifat kudrat kuasa dan mustahil bersifat ajzu lemah. Firman Allah SWT “Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu“ … QS. Al-Baqarah 20 Sungguh tidak patut manusia bersifat sombong dengan kekuasaan yang kita miliki kerana sebesar apapun kita rasa kuasa kita, Allah SWT pasti lebih kuasa. Oleh kerana itu, kita sebagai hamba Allah yang hidup di muka bumi harus berkerja, berfikir, dan berusaha untuk mendapatkan sesuatu. Iradat Berkehendak Allah SWT menciptakan alam beserta isinya atas kehendak-Nya sendiri, tanpa ada paksaan dari pihak lain atau campur tangan dari siapa pun. Apapun yang Allah SWT kehendaki pasti terjadi, begitu juga setiap yang Allah SWT tidak kehendaki pasti tidak terjadi. Berbeza pula dengan kehendak atau kemahuan manusia, tetapi ia boleh sahaja terkandas di tengah jalan. Apabila manusia berkeinginan tanpa disertai dengan kehendak Allah SWT. Pasti keinginan itu tidak dapat terwujud. Hal ini menunjukkan bahawa manusia itu memiliki keterbatasan, sedangkan bagi Allah SWT pula Dia memiliki kehendak yang tidak terbatas. Sifat mustahil-Nya adalah Karahah yang ertinya terpaksa. Jika Allah SWT bersifat karahah terpaksa pasti alam jagat raya yang kita duduki ini tidak terwujud sebab karahah itu adalah sifat kekurangan, sedangkan Allah SWT, wajib bersifat kesempurnaan. Dengan demikian, Allah SWT wajib bersifat iradah berkehendak mustahil bersifat karahah terpaksa. Untuk menguatkan keyakinan kita, Allah SWT berfirman “Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya ”Jadilah” maka terjadilah” …. QS. Yasin 82 Sebagai manusia kita tentulah mempunyai berbagai-bagai kemahuan, keinginan, dan cita-cita yang bertujuan membangun hari esok yang lebih baik kerana kita hidup di muka bumi ini hanya bersifat sementara. Oleh kerana itu, apapun yang kita cita-citakan hendaklah dengan tujuan mengharap redha Allah SWT. Ilmu Mengetahui Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, meskipun pada hal yang tidak terlihat dan tidak terjangkau fikiran bagi kita. Sifat mustahil-Nya pula adalah Jahlun yang ertinya bodoh. Allah SWT memiliki pengetahuan atau kepandaian yang sangat sempurna, ertinya ilmu Allah SWT itu tidak terbatas dan tidak pula dibatasi. Allah SWT mengetahui segala sesuatu yang ada di alam semesta, baik yang tampak mahu pun yang ghaib. Bahkan, apa yang dirahsiakan di dalam hati manusia sekali pun. Bukti kesempurnaan ilmu Allah SWT, ibarat air laut jika menjadi tinta dakwat untuk menulis kalimat-kalimat Allah SWT, tidak akan habis kalimat-kalimat tersebut meskipun didatangkan lagi tambahan air yang banyak seperti semula tadi. Seberapa banyak pun dakwat yang kita gunakan, pasti tak akan mampu kita menulis kalimat-kalimat Allah SWT. Kita sering kagum atas kecerdasan dan ilmu yang dimiliki orang-orang pintar di dunia ini. Kita juga takjub akan indahnya karya dan canggihnya teknologi yang diciptakan manusia. Namun sedarkah kita bahawa ilmu tersebut hanyalah sebahagian kecil saja yang diberikan dipinjamkan Allah SWT kepada kita? Firman Allah SWT ”…..Allah SWT mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” … QS Al Hujurat16 Oleh kerana itu, kita sebagai hamba Allah SWT, seharusnya terdorong untuk terus menimba ilmu. Kita sedar bahawa sebanyak mana pun ilmu yang telah kita ketahui, masih jauh lebih banyak lagi ilmu yang belum kita ketahui. Hayat Hidup Hidupnya Allah tidak ada yang menghidupkannya melainkan hidup dengan zat-Nya sendiri kerana Allah Maha Sempurna, berbeza dengan makhluk yang diciptakan-Nya. Sifat mustahil-Nya adalah Mautun yang ertinya mati. Contohnya, manusia seperti kita ada yang menghidupkan. Selain itu, kita semua juga memerlukan makanan, minuman, istirehat, tidur, dan sebagainya. Akan tetapi, hidupnya Allah SWT tidak memerlukan semua itu. Allah SWT hidup selama-lamanya, tidak mengalami kematian bahkan mengantuk pun tidak. Firman Allah SWT ”…Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur” … QS Al Baqarah 255 Allah SWT selalu mengurus dan mengawasi seluruh makhluk ciptaan-Nya. Oleh kerana itu, hendaknya kita selalu berhati-hati dalam segala tindakan kerana gerak geri kita sentiasa diawasi dan dicatat Allah SWT. Kelak di akhirat seluruh amalan tersebut akan ditanya dan dipertanggung jawabkan. Sama’ Mendengar Pendengaran Allah SWT berbeza dengan pendengaran makhluk–Nya kerana tidak terhalang oleh suatu apapun, sedangkan pendengaran makhluk-Nya dibatasi ruang dan waktu. Sifat mustahil-Nya adalah Summun ertinya tuli tidak mendengar. Allah SWT mustahil bersifat tuli tidak mendengar sebab sekiranya Allah SWT tidak mendengar pasti segala permohonan dan pernyataan syukur hamba-Nya tidak akan diterima-Nya. Selain itu penghinaan orang kafir, orang musyrik, orang munafiq, dan lain sebagainya tidak dihiraukan-Nya dan tidak memberi sebarang kesan. Oleh kerana itu Allah SWT tetap bersifat sama’ mustahil bersifat summun . Sebagaimana Firman Allah SWT dalam surah Al Maidah berikut. ”Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” …QS Al Maidah 76 Sebagai seorang muslim seharusnya kita senantiasa bertingkah laku, bersikap, dan berbicara dengan bahasa yang sopan santun dan mengeluarkan ucapan-ucapan yang baik lagi bermanfaat. Kerana Allah SWT pasti mendengar segala perkataan manusia, baik terucap di mulut mahu pun di dalam hati. Basar Melihat Allah SWT melihat segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Penglihatan Allah bersifat mutlak, artinya tidak dibatasi oleh jarak jauh atau dekat dan tidak dapat dihalangi oleh dinding tipis atau tebal. Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, kecil mahupun besar, tampak atau tidak tampak, pasti semuanya terlihat oleh Allah SWT. Sifat mustahil-Nya adalah Umyun, ertinya buta. Allah SWT wajib bersifat kesempurnaan. Seandainya Allah SWT itu buta pasti alam semesta ini tidak akan ada kerana Allah SWT tidak dapat melihat apa yang diciptakanNya. Firman Allah SWT sebagai berikut. ”… Dan Allah maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” … al-Baqarah 265 Dengan memahami sifat besar Allah SWT hendaknya kita selalu berhati-hati dalam berbuat sesuatu. Mungkin kita boleh berbohong kepada manusia, seperti orang tua, guru, atau teman. Akan tetapi kita tidak akan mampu berbohong kepada Allah SWT. Oleh kerana itu, berbuat baiklah supaya kita tidak perlu cemas jika kita harus dipertanggung jawabkan amalan kita kelak di akhirat. Kalam Berbicara / Berfirman Allah SWT bersifat kalam ertinya Allah SWT berfirman dalam kitab-Nya yang diturunkan kepada para nabi dan rasul-Nya. Pembicaraan Allah SWT tentu tidak sama dengan pembicaraan manusia kerana Allah SWT tidak menggunakan panca indera seperti lidah dan mulut yang dimiliki oleh manusia. Allah SWT berbicara tanpa menggunakan alat bantu yang berbentuk apa pun sebab sifat kalam Allah SWT sangat sempurna. Sebagai bukti bahawa adanya wahyu Allah SWT berupa Al Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para rasul sebelum Nabi Muhammad SAW. Sifat mustahil-Nya adalah Bukmun, artinya Bisu. Allah SWT mustahil bersifat bisu. Seandainya Allah SWT bersifat bisu mana mungkin para utusan-Nya boleh mengerti maksud wahyu yang diturunkan, baik dalam bentuk perintah mahupun larangan. Padahal kenyataannya semua itu tidak mungkin terjadi. Firman Allah SWT ”…Dan Allah berkata kepada Musa dengan satu perkataan yang jelas” QS AnNisa’ 164 Oleh kerana itu kita sebagai hamba Allah SWT hendaknya membiasakan diri kita untuk mengucapkan kalimat-kalimat tayyibah, ertinya kata-kata yang mulia, seperti ketika kita berbuat salah, maka segeralah membaca istighfar. Apabila kita menerima nikmat, maka segeralah mengucapkan hamdalah. Selain itu, kita juga harus membiasakan diri bertutur kata yang lemah lembut dan sopan santun dengan sesama manusia. Kaunuhu Qadirun Keadaan Allah SWT yang berkuasa Mengadakan dan Mentiadakan Keadaan Allah Ta’ala Yang Berkuasa Mengadakan Dan Mentiadakan. Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala, tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum , iaitu lain daripada sifat Qudrat. Sifat Allah ini bererti Allah adalah zat yang Maha Berkuasa. Allah tidak lemah, Dia berkuasa penuh atas seluruh makhluk ciptaanNya. “Sesungguhnya Alllah berkuasa atas segala sesuatu“ QS. Al Baqarah 20. Kaunuhu Muridun Keadaan Allah SWT yang Mengkehendaki dan Menentukan setiap sesuatu Keadaan Allah Ta’ala Yang Menghendaki dan menentukan tiap-tiap sesuatu. Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala, tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum, iaitu lain daripada sifat Iradat. Allah memiliki sifat Muridun, iaitu sebagai zat Yang Maha Berkehendak. Ia berkehendak atas nasib dan takdir manusia. “Sesungguhnya Tuhanmu Maha Melaksanakan apa yang Dia kehendaki“ … QS. Hud 107 Kaunuhu Alimun Keadaan Allah SWT yang Mengetahui setiap sesuatu Keadaan Allah Ta’ala Yang Mengetahui akan Tiap-tiap sesuatu. Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala, tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum, iaitu lain daripada sifat Al-Ilmu. Sifat Allah Alimun, yaitu zat Yang Maha Mengetahui. Allah mengetahui segala hal yang telah terjadi mahupun yang belum terjadi. Allah pun dapat mengetahui isi hati dan fikiran manusia. “Dan Allah Maha Mengetahui sesuatu“ … QS. An Nisa’ 176 Kaunuhu Hayyun Keadaan Allah SWT yang Hidup Keadaan Allah Ta’ala Yang Hidup. Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala, tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum, iaitu lain daripada sifat Hayat. Allah adalah zat Yang Hidup. Allah tidak akan pernah mati, tidak akan pernah tidur ataupun lengah. “Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup kekal dan yang tidak mati“ QS. Al Furqon 58 Kaunuhu Sami’un Keadaan Allah yang Mendengar setiap sesuatu Keadaan Allah Ta’ala Yang Mendengar akan tiap-tiap yang Maujud. Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala, tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum, iaitu lain daripada sifat Sama’. Allah adalah zat Yang Maha Mendengar. Allah selalu mendengar pembicaraan manusia, permintaan atau doa hambaNya. “Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui“ … QS. Al Baqoroh 256. Kaunuhu Basirun Keadaan Allah SWT yang Maha Mendengar setiap sesuatu Keadaan Allah Ta’ala Yang Melihat akan tiap-tiap yang Maujudat Benda yang ada . Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala, tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum, iaitu lain daripada sifat Bashar. Allah adalah Dzat Yang Maha Melihat. Sifat Allah ini tidak terbatas seperti halnya penglihatan manusia. Allah selalu melihat gerak-geri kita. Oleh kerana itu, hendaknya kita selalu berbuat baik. “Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan“ … QS. Al Hujurat 18 Kaunuhu Mutakallimun Keadaan Allah SWT yang Berkata-kata * Klik Disini Keadaan Allah Ta’ala Yang Berkata-kata. Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala, tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum, iaitu lain daripada sifat Qudrat. Sifat Allah ini bererti Yang Berbicara. Allah tidak bisu, Ia berbicara atau berfirman melalui ayat-ayat Al Quran. Bila Al Quran menjadi pedoman hidup kita, maka kita telah patuh dan tunduk terhadap Allah SWT. D. Hikmah Beriman kepada Allah SWT Meyakini kepada Allah SWT dengan sifat-sifat-Nya akan memberikan banyak hikmah di antaranya 1 Meyakini kebesaran Allah SWT 2 Meningkatkan rasa syukur 3 Selalu menjalankan perintah-Nya. 4 Selalu berusaha menjauhi dan meninggalkan larangan-Nya. 5 Tidak takut menghadapi kematian. Allahu’alam… semoga bermanfaat. Allah SWT adalah zat yang Maha Terpuji dan Maha Sempurna, tanpa memiliki kekurangan apapun. Berhubungan dengan hal tersebut, mungkin Sedulur sudah tahu sifat wajib Allah. Sifat-sifat yang sudah pasti dimiliki oleh Allah SWT. Nah, pada kesempatan kali ini, akan dijelaskan sifat mustahil Allah SWT. Perbedaan sifat wajib dan sifat mustahil bagi Allah, yakni sifat wajib adalah sifat yang dimiliki Allah SWT. Sedangkan sifat mustahil itu seperti lawan kata atau kebalikannya, yang berarti tidak memiliki oleh Allah SWT. Jadi bisa dipastikan, jika Allah tidak memiliki sifat-sifat mustahil yang nantinya akan dijelaskan. Sama seperti sifat wajib-Nya yang mungkin sudah Sedulur tahu, sifat mustahil bagi Allah berjumlah 20. Langsung saja, berikut ini sifat-sifat mustahil Allah SWT yang perlu untuk Sedulur ketahui. BACA JUGA 20 Sifat Wajib Allah dan Makna Sebenarnya, Wajib Tau! 1. Adam ﻋَﺪَﻡْ pexels Seperti yang tadi sudah dikatakan, sifat wajib dan mustahil bagi Allah itu semacam kebalikannya. Jika sifat wajib Allah yang pertama adalah Wujud, maka sifat mustahilnya adalah Adam yang artinya tiada. Lalu kenapa Allah mempunyai sifat yang satu ini? Karena langit, bumi, dan seluruh isinya adalah bukti dari keberadaan Allah SWT yang tidak perlu diragukan lagi. Hal ini dibuktikan dalam Al-Quran surat Al-Araf ayat 54 yang berbunyi اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًاۙ وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍۢ بِاَمْرِهٖٓ ۙاَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْاَمْرُۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemanyam di atas Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan matahari bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.” QS. Al Araf 54. 2. Huduts ﺣُﺪُﻭْﺙْ pexels Kemudian sifat mustahil Allah yang berikutnya adalah hudust, yang artinya ada yang mendahului. Sifat ini adalah kebalikan dari sifat qidam, yang berarti tidak ada yang mendahului. Tidak mungkin ada satupun makhluk atau apapun itu yang mendahului keberadaan Allah SWT. Allah yang menciptakan seluruh alam semesta dan isinya. Sudah pasti tidak ada hal yang lebih dulu ada sebelum penciptanya, seperti ayat 3 dalam surat Al-Hadid هُوَ الْاَوَّلُ وَالْاٰخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ “Dialah yang awal dan yang akhir, yang zhahir dan yang bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” QS. Al Hadid 3. BACA JUGA 7 Bacaan Sujud Sesuai Sunnah Arti Arab & Latinnya, Lengkap! 3. Fana ﻓَﻨَﺎﺀِ pexels Fana artinya tidak kekal, binasa, dan mempunyai kesudahan. Ini adalah sifat mustahil bagi Allah yang menjadi kebalikan dari sifat baqa yang artinya kekal. Pastinya Sedulur sudah tahu, jika semua yang ada di dunia ini pasti akan musnah suatu saat nanti. Tidak hanya kita yang merupakan hamba-Nya, namun juga seluruh alam semesta. Akan tetapi tidak dengan penciptanya yakni Allah SWT, karena sifat Allah adalah kekal. 4. Mumatsalatuhu Lil Hawadits ﻣُﻤَﺎﺛَﻠَﺘُﻪُ ﻟِﻠْﺤَﻮَﺍﺩِﺙ pexels Mumatsalatuhu Lil Hadadits artinya adalah Allah serupa dengan makhluk-Nya. Sangat mustahil jika Allah serupa dengan waktu yang diciptakan, baik itu dari zat, perbuatan, maupun sifatnya. Tidak ada satupun yang menyerupai Allah SWT. Allah hanya satu-satunya, tidak hal lain yang menyerupai-Nya. Sebagaimana firma Allah yang tertuang dalam surat Al-Ikhlas ayat 4 وَلَمۡ يَكُنۡ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ “Wa lam yakul-lahu kufuwan ahad” Artinya “Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya.” QS. Al-Iklhas 4 BACA JUGA Bacaan Doa Ziarah Kubur Singkat Lengkap dengan Artinya 5. Ihtiyahy Lighairihi pexels Allah SWT tidak membutuhkan yang lain, justru kita sebagai ciptaan-Nya yang selalu memerlukan Allah. Hal ini karena Allah mampu mengatur dan mewujudkan segalanya secara sempurna tanpa perlu bantuan siapapun. Seperti yang dijelaskan dalam surat Al-Ankabut ayat 6 وَمَنْ جَاهَدَ فَاِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهٖ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ “Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya tidak memerlukan sesuatu dari alam semesta.” QS. Al-Ankabut 6. “Dan katakanlah segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula bina yang memerlukan penolong dan angungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” QS. Al-Isra 111. وَقُلِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَّلَمْ يَكُنْ لَّهٗ شَرِيْكٌ فِى وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ وَلِيٌّ مِّنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيْرًا ࣖالْمُلْكِ 6. Ta’adud ﺗَﻌَﺪُّﺩِ pexels Ta’adud atau lebih dari satu adalah sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh Allah SWT. Allah itu Maha Esa, yang tidak mungkin jumlahnya lebih dari satu. Bahkan, Allah juga tidak mempunyai sekutu, tidak beranak, dan tidak diperanakkan. Bukti jika Allah Maha Esa, tertuang dalam kalimat syahadat serta ayat Al-Quran seperti berikut وَلَمۡ يَكُنۡ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ﴿الإخلاص٤ لَمۡ يَلِدۡ ۙ وَلَمۡ يُوۡلَدۡ ۙ ﴿الإخلاص٣ اَللّٰهُ الصَّمَدُ‌ ۚ‏﴿الإخلاص٢ قُلۡ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ‌ ۚ‏﴿الإخلاص١ “Katakanlah Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakan, dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya’.” QS. Al-Ikhlas 1-4. لَوْ كَانَ فِيْهِمَآ اٰلِهَةٌ اِلَّا اللّٰهُ لَفَسَدَتَاۚ فَسُبْحٰنَ اللّٰهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُوْنَ “Sekiranya ada di langit dan di bumi Tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.” QS. Al-Anbiya 22. وَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ لَآاِلٰهَ اِلَّا هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ ࣖ “Dan Tuhamu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” QS. Al-Baqarah 163. BACA JUGA Pahami Arti Allah Maha Esa Dalam Asmaul Khusna, Harus Tau! 7. Ajzun ﻋَﺟْﺰٌ pexels Tidak hanya ta’adud, ajzun juga termasuk sifat mustahil bagi Allah SWT. Dalil sifat mustahil bagi Allah yang satu ini dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 20 يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ اَبْصَارَهُمْ ۗ كُلَّمَآ اَضَاۤءَ لَهُمْ مَّشَوْا فِيْهِ ۙ وَاِذَآ اَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوْا ۗوَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَاَبْصَارِهِمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ࣖ “Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” QS. Al Baqarah 20. 8. Kaharah ﻛَﺮَﺍﻫَﻪْ pexels Kaharah artinya terpaksa, dan sangat mustahil bagi Allah untuk memiliki sifat ini. Allah Maha Berkehendak atas segalanya, dan tidak ada satupun yang dapat menandingi atau melawan kekuasaan Allah SWT. Sifat mustahil ini bisa dibuktikan dari dua ayat dalam Al-Quran yang berbunyi إِنَّمَآ أَمْرُهُۥٓ إِذَآ أَرَادَ شَيْـًٔا أَن يَقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ “Sesungguhnya keadaan-Nya abalia Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya; Jadilah!’ maka terjadilah ia.” QS. Yasiin 82. خٰلِدِيْنَ فِيْهَا مَا دَامَتِ السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُ اِلَّا مَا شَاۤءَ رَبُّكَۗ اِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيْدُ “Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki yang lain. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” QS. Hud 107. 9. Jahlun ﺟَﻬْﻞٌ pexels Sifat mustahil Allah yang selanjutnya adalah jahlun, yang memiliki arti bodoh atau tidak mengetahui. Sifat ini merupakan kebalikan dari ilmun yang memiliki arti mengetahui, karena Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu, baik itu yang nampak ataupun tidak. Oleh sebab itu, sebagai hamba Allah kita harus senantiasa mengingat Sang Pencipta. 10. Al Maut ﺍَﻟْﻤَﻮْﺕ pexels Al Maut berarti mati, sedangkan salah satu sifat wajib Allah SWT adalah kekal alias tidak pernah mati. Ini karena Allah lah yang mengurus makhluk hidup tanpa merasa letih, lelah, dan lesu. Sifat mustahil ini juga telah dijelaskan melalui surat Al-Baqarah ayat 255 yang memiliki arti اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ “Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” QS. Al-Baqarah 255. BACA JUGA Mengenal Tugas Malaikat Mikail Selain Menyampaikan Rezeki 11. Shamamun ﺍﻟصُمُّمْ pexels Sifat mustahil Allah yang berikutnya ini, berarti tidak mendengar atau tuli. Seperti yang telah diketahui, jika Allah SWT itu Maha Mendengar segala hal yang diucapkan oleh hamba-Nya, baik itu yang dikatakan dengan jelas ataupun yang disembunyikan. Jadi tidak mungkin kan, jika Allah memiliki sifat mustahil yang satu ini? 12. Al-Umyu ﺍﻟْﻌُﻤْﻲُ pexels Selain Maha Mendengar, Allah itu juga Maha Melihat. Ini berarti Al-Umyu atau buta adalah salah satu sifat mustahil Allah SWT. Tidak ada satupun hal di alam semesta ini yang tidak bisa dilihat oleh-Nya, seperti yang tertulis dalam surat Al-Hujarat ayat 18 dan Asy-Syuro ayat 11 اِنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ غَيْبَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ࣖ “Dan Allah Maha Melihat atas apa yang kamu kerjakan.” QS. Al-Hujurat 18. فَاطِرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ جَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا وَّمِنَ الْاَنْعَامِ اَزْوَاجًاۚ يَذْرَؤُكُمْ فِيْهِۗ لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌ ۚوَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ “Dia Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan jenis binatang ternak pasangan-pasangan pula, dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” QS. Asy-syuro 11. 13. Al-Bukmu ُﺍﻟْﺑُﻜْﻢ pexels Tentu saja sangat mustahil jika Allah memiliki sifat Al-bukmu yang artinya bisu. Tapi sebaliknya, sifat Allah adalah kalam yang artinya beriman. Allah telah menurunkan wahyu kepada para Nabi, sesuai yang tertuang dalam potongan surat An-Nisa ayat 164 وَكَلَّمَ اللّٰهُ مُوۡسٰى تَكۡلِيۡمًا….. “…Wa kallamullaahu Muusaa Taklimaa.” Artinya “…Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung.” QS. An-Nisa 164 14. Mukrahan مُكْرَهًا pexels Allah SWT bukanlah dzat yang terpaksa, maksudnya Allah Maha Berkehendak atas segala sesuatu yang terjadi di masa lalu, masa kini, dan juga masa depan. Hanya berfirman “kun fay akun”, maka semua yang dikehendaki oleh-Nya akan langsung terjadi. Hal ini juga telah dituliskan dalam surat Hud ayat 107 seperti berikut ini خٰلِدِيْنَ فِيْهَا مَا دَامَتِ السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُ اِلَّا مَا شَاۤءَ رَبُّكَۗ اِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيْدُ “Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki yang lain. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” QS. Hud 107. 15. Ajzan ﻋَﺎﺟِﺰًﺍ pexels Sifat mustahil bagi Allah yang selanjutnya adalah ajzan. Ajzan ini artinya lemah, dan Allah mustahil memiliki sifat seperti itu. Hal ini karena Allah Maha Berkuasa atas segalanya. Allah juga tidak bantuan dari siapa pun. BACA JUGA Bacaan Surat Ayat Kursi Latin Arti, Manfaatnya & Keutamaannya 16. Jahilan ﺟَﺎﻫِﻼً pexels Arti dari Jahilan adalah maha bodoh, sifat yang sudah pasti tidak dimiliki oleh Allah SWT. Tentu saja Allah tidak mempunyai sifat yang satu ini. Allah itu Maha Mengetahui, dan segala ilmu itu sumbernya dari Allah SWT. Jika Allah bodoh naudzubillah, maka dunia ini akan kacau dan bahkan tidak akan tercipta alam semesta seperti saat ini. 17. Mayyitan َََﻣَﻴِّتا pexels Mayyitan atau yang berarti dzat mati, adalah salah satu sifat mustahil Allah. Sedulur tentu tahu jika Allah itu memiliki sifat yang kekal abadi, tidak musnah, tidak mati, dan tidak akan pernah binasa. Sampai kapanpun, Allah itu selalu ada. Meskipun ketika seluruh alam semesta ini sudah hancur. Selain itu, Allah juga tidak pernah tidur, dan akan selalu mengawasi segala hal yang dilakukan oleh semua hamba-Nya. 18. Ashamma ﺃَﺻَﻢَّ pexels Ashamma berarti yang maha tuli, dan ini adalah sifat mustahil Allah SWT. Allah itu Maha Mendengar, bahkan yang paling tersembunyi sekalipun. Allah bisa mendengarkan apa saja, bahkan sesuatu yang tidak hamba-Nya dengar. Maka dari itu, pasti tidak mungkin jika Allah memiliki sifat Ashamma. Buktinya, Allah selalu mendengar doa kita, dan selalu mengabulkan permintaan yang kita butuhkan. Dan Allah juga selalu mendengar apapun yang kita ucapkan. Jadi perkataan dan ucapan kita juga harus dijaga. BACA JUGA Pahami Arti Allah Maha Esa Dalam Asmaul Khusna, Harus Tau! 19. A’maa ﺃَﻋْﻤَﻰ pexels Sifat mustahil yang berikutnya adalah a’maa atau yang maha buta. Allah tidak mungkin bersifat a’maa. Allah Maha Melihat, melihat semua ciptaan-Nya, tanpa terkecuali. Bahkan, Allah dapat melihat apa yang tersembunyi di dalam hati hamba-Nya. Oleh sebab itu, kita harus selalu menjaga kelakuan kita. Meskipun kita melakukan dosa atau kesalahan yang tidak dilihat oleh orang lain, Allah SWT akan melihatnya. 20. Abkama ﺃَﺑْﻜَﻢْ pexels Urutan terakhir dari 20 sifat mustahil bagi Allah adalah Abkama. Abkama sendiri memiliki arti keadaan yang bisa atau tidak bisa berbicara. Sangatlah mustahil bagi Allah jika memiliki sifat yang satu ini. Justru sifat Allah itu mutakalliman yang berarti Maha Berfirman. Ini sudah dibuktikan dengan adanya kitab yang diwahyukan pada para Nabi dan Rasul. Itulah 20 sifat mustahil bagi Allah beserta artinya dan Arabnya, sifat yang tidak mungkin dimiliki-Nya. Dari sifat-sifat yang sudah dijelaskan di atas, pasti Sedulur sudah benar-benar yakin jika Allah itu Maha Sempurna. Tidak ada satupun kekurangan yang dimiliki oleh Allah SWT. Mengapa perlu memahami sifat mustahil bagi Allah? Allah SWT itu Maha Kuasa dan juga sempurna. Sekecil apapun kesalahan kita, pasti Allah akan mengetahuinya. Jadi mulai sekarang, kita harus mulai meningkatkan iman kepada Allah SWT agar selamat dunia dan akhirat. Sifat-sifat mustahil bagi allah adalah sifat yang tidak mungkin ada pada Allah SWT. Ketidak mungkinan ini disebabkan karena Allah SWT Untuk mengetahuinya ikuti materi berikut ini! Daftar Isi A. Sifat-sifat mustahil Adam Hudus Fana Mumassalatu lil Hawadis Muhtajun Ligairihi Ta'addud 'Ajzun Karahah Jahlun Mautun Summun Umyun Bukmun Ajzan Karihan Jahilun Mayyitun Asamma Ama Abkama B. Sifat-sifat ja’is Allah SWT. Contoh Sifat Jaiz Bagi Allah A. Sifat-sifat mustahil Sifat-sifat mustahil bagi allah adalah sifat yang tidak mungkin ada pada Allah SWT. Ketidak mungkinan ini disebabkan karena Allah SWT. memiliki kemaha sempurnaan sebagai tuhan yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Sifat-sifat yang mustahil dimiliki Allah ada 20 sifat dengan perincian sifat mustahil dari sifat nasiyah ada satu, sifat mustahil dari sifat salbiyah ada lima, sifat mustahil dari sifat ma’ani ada tujuh, dan sifat mustahil dari sifat ma’nawiyah ada tujuh berikut sifat-sifat yang mustahil dimiliki oleh Allah SWT. Adam Sifat mustahil bagi Allah SWT yang pertama adalah adam. Adam berarti tidak ada, sehingga Allah mustahil bersifat adam karena Allah tidak mungkin tidak ada. Segala hal yang ada di muka Bumi ini merupakan ciptaan Allah, dan mustahil jika Allah tidak ada. Hal ini juga dijelaskan dalam firman Allah pada surah An-Nah l/16 ayat 3 خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ بِالۡحَـقِّ‌ؕ تَعٰلٰى عَمَّا يُشۡرِكُوۡنَ‏ Khalaqas samaawaati wal arda bilhaqq; Ta'aalaa 'ammaa yushrikuun Artinya "Dia menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran. Maha tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan". QS. An-Nahl 3 Hudus Sifat mustahil bagi Allah berikutnya adalah hudus yang berarti baru. Sebab, Allah sudah ada sebelum semua makhluk dan ciptaan-Nya ada. Sebaliknya, Allah bersifat terdahulu atau qidam. Ayat yang menerangkan bahwa Allah bersifat terdahulu tercantum dalam QS Al-Hadid ayat 3 هُوَ الۡاَوَّلُ وَالۡاٰخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالۡبَاطِنُ‌ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيۡمٌ Huwal Awwalu wal'Aakhiru waz Zaahiru wal Baatinu wa huwa bikulli shai'in Aliim Artinya "Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu". QS. Al-Hadid 3 Fana Fana artinya tidak kekal. Fana juga dapat diartikan binasa atau rusak, dan merupakan sifat mustahil bagi Allah. Allah mustahil mempunyai sifat fana–'. Allah itu kekal dan abadi. Allah tidak ada permulaan dan tidak ada akhir. Firman Allah tentang sifat kekalnya tertuang dalam Surah Ar-Rahman ayat 27 بْقٰى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِۚ Wa yabqoo wajhu rabbika zul jalaali wal ikraam Artinya "Tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal." QS. Ar-Rahman 27 Mumassalatu lil Hawadis Mumassalatu lil Hawadis artinya Allah serupa dengan makhluk. Ini juga termasuk sebagai sifat mustahil bagi Allah SWT. Allah mustahil serupa dengan makhluknya. Allah itu berbeda dengan makhluknya, baik zat, sifat, ataupun perbuatannya. Tidak ada sesuatu pun yang menyerupai Allah. Hal ini sesuai dengan firman Allah pada surah Al Ikhlas ayat 4 وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ Wa lam yakul-lahu kufuwan ahad Artinya "Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia". QS. Al-Ikhlas 4 Muhtajun Ligairihi Sifat mustahil bagi Allah berikutnya ialah Muhtajun Ligairihi yakni berdiri dengan yang lain atau membutuhkan orang lain. Allah tidak membutuhkan pertolongan sesuatu apapun. Allah berdiri sendiri atau qiyamuhu binafsihi. Allah itu Maha Sempurna dan Maha Berdiri Sendiri. Hal ini tercantum dalam firman Allah pada surat Al-Ankabut ayat 6 وَمَنْ جَاهَدَ فَاِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهٖ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ Wa man jaahada fainnamaa yujaahidu linafsih; innal laaha laghaniyyun 'anil 'aalamiin Artinya "Dan barang siapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Mahakaya tidak memerlukan sesuatu dari seluruh alam ". QS. Al-Ankabut 6 Ta'addud Ta'addud berarti berbilang. Allah tidak mungkin memiliki sifat Ta'addud karena Allah Maha Esa atau tunggal. Dalah surah Al-Ikhlas, Allah berfirman قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ qul huwallāhu aḥad ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ allāhuṣ-ṣamad لَمْ يَلِوَلَمْ يُولَد lam yalid wa lam yụlad وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad Artinya "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Katakanlah Muhammad, "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia." Al-Ikhlas ayat 1-4 'Ajzun 'Ajzun artinya lemah. Sifat mustahil bagi Allah yang Maha Berkuasa atau qudrat. Allah tidak lemah, dan tidak ada alam semesta beserta isinya jika Allah lemah. Firman Allah ini dituangkan dalam surah Al-Baqarah ayat 20 يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ اَبْصَارَهُمْ ۗ كُلَّمَآ اَضَاۤءَ لَهُمْ مَّشَوْا فِيْهِ ۙ وَاِذَآ اَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوْا ۗوَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَاَبْصَارِهِمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ࣖ Yakaadul barqu yakhtafu absaarahum kullamaaa adaaa'a lahum mashaw fiihi wa izaaa azlama 'alaihim qoomuu; wa law shaaa'al laahu lazahaba bisam'ihim wa absaarihim; innal laaha 'alaa kulli shai'in Qadiir Artinya "Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu". QS. Al-Baqarah20 Karahah Karahah artinya terpaksa, dan hal ini juga termasuk dalam sifat mustahil bagi Allah. Allah mustahil bersifat karahah. Allah itu bersifat berkehendak atau iradat. Allah tidak terpaksa dalam melaksanakan apa yang Dia kehendaki. Allah berfirman yang tertuang dalam surat Al-Buruj ayat 16 فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيْدُۗ Fa' 'aalul limaa yuriid Artinya "Maha Kuasa berbuat apa yang Dia kehendaki". QS. Al-Buruj 16 Jahlun Sifat mustahil bagi Allah berikutnya ialah jahlun atau bodoh. Mustahil bagi Allah bersifat jahlun sebab Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang ada di alam semesta. Tidak ada makhluk yang bersembunyi dari Allah. اِنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ غَيْبَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ࣖ Innal laaha ya'lamu ghaibas samaawaati wal ard; wallaahu basiirum bimaa ta'maluun Artinya "Sungguh, Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan". QS. Al-Hujurat 18 Mautun Mautun adalah mati. Allah bersifat hidup atau hayat. Allah tidak akan pernah mati dan akan selalu hidup serta kekal. Dengan demikian sangat tidak mungkin Allah bersifat mautun atau mati. وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهٖۗ وَكَفٰى بِهٖ بِذُنُوْبِ عِبَادِهٖ خَبِيْرًا ۚ Wa tawakkal 'alal Haiyil lazii laa yamuutu wa sabbih bihamdih; wa kafaa bihii bizunuubi 'ibaadihii khabiiraa Artinya "Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup, Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya". QS. Al-Furqan 58 Summun Summun adalah tulis. Ini merupakan sifat mustahil bagi Allah karena Allah Maha Mendengar. Tidak ada yang luput dari pendengarannya. Tidak mungkin Allah tidak mendengar walau hanya sedikit pun. Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 127 اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ .....innaka Antas Samii'ul Aliim Artinya ".Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui". QS. Al-Baqarah 127 Umyun Umyun berarti buta. Allah tidak buta, Allah Maha Melihat. Menjadi sifat mustahil bagi Allah SWT yang lain, Allah melihat segala yang nampak dan segala yang tersembunyi. Tidak ada sesuatu apapun yang luput dari penglihatan-Nya. Allah berfirman اِنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ غَيْبَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ࣖ Innal laaha ya'lamu ghaibas samaawaati wal ard; wallaahu basiirum bimaa ta'maluun Artinya "Sungguh, Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan". QS. Al-Hujurat 18 Bukmun Bukmun berarti bisu. Ini merupakan sifat mustahil bagi Allah karena Allah bersifat kalam artinya beriman. Jika Allah bisu, tidak mungkin Allah menurunkan wahyu kepada para nabi. ۗوَكَلَّمَ اللّٰهُ مُوْسٰى تَكْلِيْمًاۚ wa kallamallaahu Muusaa takliimaa Artinya "Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung". QS. An-Nisa 164 Ajzan Ajzan artinya yang lemah. Allah mustahil bersifat ajzan. Allah Maha berkuasa. Tidak mungkin Allah itu lemah. Segala sesuatu yang terjadi itu atas kehendak dan kekuasaan Allah. Allah pun tidak memerlukan bantuan siapapun. Jadi, Allah mustahil bersifat ajzan. Karihan Sifat mustahil bagi Allah selanjutnya adalah karihan yang berarti maha terpaksa. Tidak mungkin Allah bersifat karihan karena Allah Maha Berkehendak atau muridan. Semua yang ada di alam semesta ini terjadi atas kehendak Allah. Allah tidak merasa terpaksa melakukannya. Jahilun Jahilun berarti maha bodoh. Ini merupakan sifat mustahil bagi Allah karena Allah Maha Mengetahui, semua ilmu itu bersumber pada Allah Swt. Mayyitun Mayyitun artinya mati. Hal ini juga termasuk dalam sifat mustahil bagi Allah SWT. Padahal Allah kekal abadi dan tidak ada awal maupun akhir. Allah tidak akan pernah mati. Bahkan, Allah itu tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa. Allah pun tidak pernah merasa lelah. Jadi, mustahil Allah bersifat mayyitun. Asamma Asamma artinya yang maha tuli. Allah itu Maha Mendengar bahkan yang paling tersembunyi sekalipun. Allah mendengar apa yang tidak kita dengar. Allah tidak mungkin bersifat maha tuli. Ama Sifat mustahil bagi Allah selanjutnya adala ama atau maha buta. Sebab, Allah Maha Melihat. Allah melihat semua ciptaan-Nya tanpa terkecuali. Allah pun dapat melihat apa yang tersembunyi di dalam hati. Abkama Abkama artinya maha bisu. Allah mustahil mempunyai sifat abkama. Allah itu justru mempunyai sifat mutakalliman atau Maha Berfirman. Jika Allah bisu, tidaklah mungkin ada kitab yang diwahyukan kepada para Nabi dan Rasul. Itulah 20 sifat mustahil Allah. Semoga dengan mengetahui sifat mustahil bagi Allah ini, akan semakin mendekatkan kita kepada Allah SWT dan menambah keimanan B. Sifat-sifat ja’is Allah SWT Sifat jaiz Allah hanya ada satu, yakni fi'lu kulli mumkinin au tarkuhu yang artinya Allah mungkin mengerjakan sesuatu atau meninggalkannya. Allah SWT menciptakan segala sesuatu tanpa paksaan, sebab Ia memiliki sifat Qudrat kuasa dan Iradath kehendak. Maka boleh-boleh saja bagi Allah untuk meniadakan sesuatu sesuai kehendak-Nya. Contoh Sifat Jaiz Bagi Allah Salah satu contoh sifat jaiz bagi Allah termaktub dalam Al-qur’an Surat Ali Imran ayat 26 yang berbunyi قُلِ اللهم مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ Artinya akankah 'Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Hamida Faiqiyal Husna dalam Materi Akidah dalam Kitab Fath Al-Majid memberi contoh dua kebebasan yang dimiliki Allah SWT, yaitu Kebebasan untuk mencipta atau tidak mencipta sesuatu. Kebebasan untuk mengatur semua makhluk sesuai yang Dia kehendaki. Sumber * Dikutip dari berbagai sumber