10 Alexandra Asmasoebrata. 11. Melati Daeva. 12. Defia Rosmaniar. Atlet atau sering disebut juga dengan olahragawan merupakan seseorang yang ahli dalam bidang olahraga. Banyak dari Mereka berasal dari kalangan laki-laki namun bukan berarti wanita tidak bisa menjadi seorang olahragawan. Tim nasional Indonesia untuk cabang renang indah jelang SEA Games 2017 Malaysia akhirnya terbentuk.Mereka juga diproyeksikan untuk hadapi Asian Games 2018 mendatang. Pelatih cabang renang indah, Anna Nasekina, mengatakan 16 atlet renang indah yang terpilih merupakan hasil seleksi di GOR Pertamina, Simprug, pada akhir Januari 2017 kemarin dan pelatihan selama dua pekan di Wates JadiSponsor Bali United, Aplikasi Pintu Kenalkan Aset Kripto ke Suporter - Ini Prestasi Indonesia Sepanjang Gelaran Asean Para Games, Juara Umum Lagi? - Halaman 2 TEMPOCO, Jakarta - Atlet renang Indonesia Aflah Fadlan Prawira memecahkan dua rekor nasional pada nomor 400m gaya bebas dan gaya ganti putra saat turun dalam Kejuaraan Dunia Renang Jarak Pendek (25m) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 16-21 Desember.. Dalam keterangan resmi Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI), Selasa, 21 Desember 2021, Fadlan, mempertajam rekor atas Tigaemas juga diraih atlet putri Nanda Mei Solihah setelah menjadi yang terbaik dalam nomor lari 400 meter T47. Sebelumnya Nanda juga meraih medali emas untuk nomor lari 100 meter dan 200 meter. Kejayaan tuan rumah juga terpantau di lintasan renang Stadion Jatidiri Semarang. Ada tambahan enam medali emas yang diraih atlet-atlet Indonesia. DiagramFrekuensi Status Hidrasi pada Atlet Sepak bola Beringin Putra Football Club Wonosobo VO2max pada Atlet Sepak bola Beringin Putra Football Club Wonosobo Hasil analisis statistik deskriptif untuk variabel VO2 max pada atlet sepak bola Beringin Putra Football Club Wonosobo secara keseluruhan dari 18 anak diperoleh nilai maksimum = 52,82 VIVASport - Bulan Agustus menjadi puncak musim gelombang utama Indonesia yang dipilih jadi moment penyelenggaraan Kompetisi Selancar Internasional Rip Curl Cup Padang-Padang 2022 di Bali. Dalam kompetisi yang berlangsung selama sebulan penuh di bulan Agustus, ada 16 tube riders yang akan berlaga di event bergengsi tersebut. TaufikHidayat. 1. Susi Susanti. 10. Richard Sambera. kompas.com. Richard Sambera merupakan atlet renang Indonesia kelahiran Jakarta 19 Desember 1971. Karir atlet nya dimulai dari tahun 1980an sampai tahun 2000an. Prestasi yang pernah ia capai antara lain memperoleh medali di berbagai kejuaraan Renang tingkat Asia dan Dunia. WJIe. Home All Sports Kamis, 11 Mei 2023 - 1530 WIBloading... Atlet renang Indonesia Felix Viktor Iberle menorehkan rekor baru SEA Games di nomor 50m gaya dada putra/Foto/Instagram/pbprsi A A A Atlet renang Indonesia Felix Viktor Iberle menorehkan rekor baru SEA Games di nomor 50m gaya dada putra. Catatan itu diukir Felix saat tampil pada penyisihan di Modorok Techo National Stadium, Phnom Penh, Kamis 11/5/2023 pagi mencatat waktu 27,56 detik, sekaligus mengamankan tiket final SEA Games 2023 yang akan digelar mulai pukul WIB. Sebelumnya, rekor 50m gaya dada putra dipegang atlet renang Singapura, Chien Yin Lionel Kho. Baca Juga Chien Lin Lionel Kho mencatatkan waktu terbaik tersebut di SEA Games Filipina 2019 dengan catatan waktu 28,15 detik. "Selamat untuk perenang muda Indonesia Felix Victor Iberle 17 tahun yang berhasil memecahkan rekor SEA Games pada nomor 50 meter gaya dada putra," tulis Persatuan Renang Seluruh Indonesia disingkat PRSI dalam akun resmi Instagramnya pbprsi. Baca Juga Selain itu, Felix juga mempertajam rekor nasional rekornas yang dipegangnya. Atlet berusia 17 tahun tersebut mencatatkan waktu 27,60 detik di Malaysia Open pada Maret 2023 kecepatan yang ditunjukkan di SEA Games 2023 kali ini, menjadi awal yang baik untuk Felix. Dia akan kembali bersaing di babak final untuk memperebutkan medali emas, Kamis 11/5/2023 pukul berpeluang memberikan medali emas tambahan untuk Indonesia jika mampu mempertahankan kemampuan terbaiknya. "Mohon doanya untuk Felix bisa mempertajam waktunya di final dan mempersembahkan medali emas di final 50 meter gaya dada putra pada pukul WIB," imbuh PRSI. sha renang sea games persatuan renang seluruh indonesia sea games 2023 Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkini More 22 menit yang lalu 1 jam yang lalu 1 jam yang lalu 1 jam yang lalu 2 jam yang lalu 2 jam yang lalu Jumat, 17 April 2020 2130 WIB Mantan atlet renang Indonesia, Lukman Niode dikabarkan meninggal pada hari ini, Jumat, 17 April 2020. Pria yang akrab disapa Lukie ini tutup usia di 56 tahun. Dok. TEMPO/Nickmatulhuda 17 April 2020 0000 WIB Lukman meninggal di Rumah Sakit Pelni, Jakarta, sekitar pukul WIB. Sebelumnya diterbitkan kabar bahwa Lukie berstatus sebagai Pasien Dalam Pemantauan atau virus PDP corona atau Covid-19. TEMPO/Nickmatulhuda 17 April 2020 0000 WIB Perenang Indonesia, Lukman Niode saat berlatih di Pelatnas renang untuk menghadapi SEA GAMES 1987 di Jakarta, 1987. Lukman Niode merupakan perenang andalan Indonesia untuk nomor gaya punggung, bahkan disebut atlet renang tak terkalahkan di level Asia Tenggara pada era 1980-an. Dok. TEMPO/Robin Ong 17 April 2020 0000 WIB Perenang, Lukman Niode, ketika berlomba dalam kejuaraan SEA Games XIV di Jakarta, 1987. Lukman memulai debut pertamanya sebagai atlet renang di kancah internasional di kejuaraan yang berlangsung di Bangkok Thailand pada 1973. Saat itu, dia menempati urutan keempat. Pada PON 1977, Lukman menyabet 10 medali emas. Di PON berikutnya, 1980, dia meraih tujuh medali emas. Dok. TEMPO/Ali Said 17 April 2020 0000 WIB Tim renang Indonesia dari kiri, Lukman Niode, Wirman Sugriat, Daniel A. Budiman dan Sabeni Sudiono, seusai mendapatkan medali kejuaraan renang kategori 4x 100 m ganti estafet putra Asian Games X di Seoul, Korea Selatan, 1986. Dok. TEMPO/Rudy Novrianto 17 April 2020 0000 WIB Perenang Kristiono Sumono kiri menggunakan sepeda statis disaksikan Lukman Niode dalam latihan kesegaran jasmani di Senayan, Jakarta, 1977. Pada SEA Games 1983, Lukman meraih dua medali emas. Ia juga memecahkan rekor lama Asia atas nama Kenji Ikeda dari Jepang, dengan satu detik lebih cepat. TEMPO/Lukman Setiawan 17 April 2020 0000 WIB Lukman Niode, legenda renang Indonesia di era 1970-1980-an wafat di usia 56 tahun setelah positif virus corona. Fernando Randy/Historia. GELANGGANG olahraga Indonesia berduka. Salah satu legenda terbaiknya, Lukman Niode, mengembuskan nafas terakhir di Rumahsakit Pelni Jakarta, Jumat 17/4/2020 siang. Atlet renang yang acap mengharumkan nama bangsa di era 1980-an itu meninggal di usia 56 tahun setelah dinyatakan positif virus corona. “Iya positif virus corona, informasi dari dokter teman Mas Luki sapaan Lukman Niode yang ikut mengawal beliau,” ujar Krisna Bayu, legenda judo yang juga rekan satu naungan di Indonesian Olympian Association IOA, saat dihubungi Historia. Idrus Niode, kakak Lukman, memberitakan bahwa Lukman sudah masuk RS Pelni sejak Selasa 14/4/2020. Usai dilakukan swab test sehari kemudian, ia dinyatakan positif tertular virus corona. Setelah dua hari perawatan, ia dinyatakan meninggal pada pukul WIB, Jumat 17/4/2020. Perenang pertama Indonesia yang turun di pentas Olimpiade Los Angeles 1984 itu dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta. “Dia sebelumnya ikut tim relawan dari KSP Kantor Staf Presiden,” sambung Bayu. Sejak beberapa waktu belakangan, Lukman ikut tim KSP yang menyalurkan barang-barang bantuan COVID-19 dari para penyumbang. Saat itulah dia terserang penyakit maag sejak Selasa 14/4/2020. Namun lantaran bolak-balik ke rumahsakit RS Setia Mitra, RS Pondok Indah, RSPI Sulianti Saroso, RS Persahabatan, hingga RS Pelni, Lukman kemudian terkena COVID-19. Baca juga Jalan Berliku Judoka Krisna Bayu Olympian Krisna Bayu mengenang sosok mentor Lukman Niode Fernando Randy/Historia. Saat kondisinya kian parah, paru-parunya mengalami flek. Setelah dilakukan tes swab, barulah terang-benderang bahwa ia positif corona meski dari dua rapid test yang dijalani Lukman sebelumnya hasilnya negatif. “Jujur saya masih syok sampai sekarang. Istri saya Dida juga masih sedih banget. Karena belum lama juga diskusi sama Mas Luki untuk membuat program olahraga berkuda. Dengan perginya Mas Luki, separuh hidupnya sudah didedikasikan untuk olahraga,” lanjut Bayu. “Saat ini olahraga Indonesia sangat berduka kehilangan pahlawan olahraga. Ilmu-ilmu yang sudah dia berikan pasti akan dikenang semua atlet. Karena dia aktif ikut bantu organisasi, tidak hanya PRSI Persatuan Renang Seluruh Indonesia tapi juga di banyak cabang olahraga, termasuk soal sport science-nya. Bagi saya dia adalah pahlawan olahraga Indonesia sejati,” imbuh ketua umum Persatuan SAMBO Indonesia itu. Darah Renang Lukman yang berdarah Gorontalo itu lahir di Jakarta, 21 Oktober 1963 sebagai anak keempat dari lima bersaudara. Ayahnya, M. Niode, seorang pelatih renang di klub Tirta Kencana. Hasrat renang Lukman muncul sejak usia dini, berangkat dari rasa penasarannya untuk ikut-ikutan tiga kakaknya yang dilatih sang ayah Idrus, Nana, dan Burhanudin Niode. “Saya belikan dia celana renang supaya bisa ikut-ikutan berenang dengan kakak-kakaknya,” ujar J. Niode, ibunda Lukman Niode, dikutip Kompas, 27 September 1981. Mulanya Lukman hanya sekadar main air di kolam renang. Obsesinya menseriusi olahraga renang muncul di usia sekolah dasar ketika acap melihat ketiga kakaknya mendulang prestasi di berbagai ajang perlombaan. Melihat gairah itu, ayahnya pun akhirnya ikut melatihnya. Menahan nafas sebagai teknik dasar olahraga renang menjadi pelajaran pertama yang diberikan sang ayah. Itu dilakukan di rumah dengan menggunakan wastafel yang dipenuhi air. “Muka saya masukkan ke dalamnya, lalu tiap tiga hitungan saya mengambil nafas,” tutur Lukman, dikutip dari Apa & Siapa Sejumlah Orang Indonesia 1983-1984. Metode itu jadi dasar Lukman untuk mendalami renang gaya bebas. Seiring berkembangnya skill, Lukman justru menyenangi gaya punggung. Raja PON ke Arena Olimpiade Seiring beranjak usianya, pundi-pundi prestasinya makin penuh. Pada Kejurnas 1976 saja, Lukman menyabet sembilan emas. Pada Pekan Olahraga Nasional IX 1977, Lukman yang ikut Kontingen DKI menyapu bersih 10 emas dari 10 nomor cabang renang sekaligus menetak tiga rekor nasional. di PON berikutnya 1980, dia mendulang tujuh emas. Capaian itu kemudian membuat Lukman diikutsertakan ke timnas renang kala Indonesia pertamakali ikut SEA Games, di Kuala Lumpur, 19-26 November 1977. Dalam persiapannya, ia bersama timnas renang dibawa pelatih kepala MF Siregar ke Amerika Serikat untuk digembleng. “Pemusatan latihan nasional di San Diego, Amerika Serikat selama dua tahun. Semua biaya penyelenggaraan latihan ditanggung PT Pertamina dan KONI Pusat. Seluruhnya 15 perenang, antara lain Lukman Niode, Kristiono Sumono, Gerald HP Item, dan Johnny Item,” tulis Brigitta Isworo Laksmi dan Primastuti Handayani dalam biografi MF Siregar, Matahari Olahraga Indonesia. Baca juga Obituari Bob Hasan di Lintasan Lukman Niode kiri bersama pelatihnya Mangombar Ferdinand Siregar Foto Repro "Matahari Olahraga Indonesia" Persiapan tersebut tak sia-sia. Di SEA Games 1977, kontingen Indonesia yang menjalani debutnya langsung jadi juara umum. Dari total 62 emas, 19 di antaranya datang dari cabang renang. Lukman sendiri menyumbang tiga emas dari nomor 100 meter dan 200 meter gaya punggung serta 4x100 meter medley relay putra. Prestasi itu kemudian diulanginya di SEA Games 1979 Jakarta, SEA Games 1981 Manila, dan SEA Games 1983 Singapura. Adapun di Asian Games 1978, Lukman mendulang sekeping perunggu di nomor 4x100 meter medley relay putra. Sementara di Asian Games 1982, Lukman mengalungi enam perunggu dari nomor 100 meter gaya bebas, 100 meter gaya punggung, 200 meter gaya punggung, 4x100 meter gaya bebas relay, 4x200 meter gaya bebas relay, dan 4x100 meter medley relay. Capaian di Asian Games 1982 itulah yang mengantarkannya jadi satu-satunya wakil Indonesia di cabang renang untuk turun di Olimpiade Los Angeles 1984. Gemilangnya Lukman di Asian Games 1982 itu juga merupakan buah dari sokongan KONI Pusat yang mengirimnya belajar ke Cypress High School dan Golden West Collenge, keduanya di Los Angeles. Di Olimpiade Los Angeles, Lukman berlaga di McDonald’s Olympic Swim Stadium, 31 Juli 1984. Ia turun di tiga nomor. Sayangnya ia gagal melangkah ke ronde final. Di nomor 100 meter gaya bebas, ia finis di urutan enam, sementara di nomor 100 meter dan 200 meter gaya punggung Lukman masing-masing hanya finis di urutan kelima. Lukman gagal pulang membawa medali. Prestasi internasional terakhir yang ditorehkannya untuk Indonesia datang dari Asian Games 1986. Sekeping perunggu di nomor 4x100 meter medley relay dipersembahkannya. Dedikasi Olahraga hingga Akhir Hayat Setelah pensiun pada 1988, Lukman tetap berkecimpung di dunia renang. Kurun 1988-1990, ia jadi pelatih kepala tim renang putra Golden West Collenge. Ia lalu masuk di tim pelatih UCLA University of California, Los Angeles sepanjang 1989-1991, sembari menyelesaikan studi arsitektur S1-nya di UCLA, dan gelar masternya di UCI University of California, Irvine. Meninggalkan renang sejak 1991 untuk jadi arsitek di firma Mackenzie McKay & Partner di Los Angeles, Lukman pulang ke tanah air pada 1996. Seiring kerinduannya pada olahraga, ia mengalihkan waktunya untuk mengenyam studi manajamen olahraga dan sport science di Australian Institute of Sports pada 1997. “Hidupnya banyak ikut mengurusi cabang-cabang olahraga, ikut membantu bagaimana sport science itu bisa masuk, mengingat dia sekolah studi itu di luar negeri. Tidak hanya PRSI. Dia orang yang lurus dalam membantu, tanpa tendensi atau kepentingan tertentu,” kata Bayu lagi. Selain berkiprah di olahraga, Lukman Niode juga punya gelar master di bidang arsitektur. Fernando Randy/Historia. Sembari mendirikan firma desain dan arsitektur Principal pada 2000 dan Surya Institute pada 2008, ia mendedikasikan hidupnya di organisasi olahraga. Ia dipercaya menjadi kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Pusat pada 2003, ketua Komisi Atlet di Komite Olimpiade Indonesia KOI pada 2007, dan Sekjen Indonesia Olympians Association sejak 2018. “Di KONI dia bikin konsep PAL Program Atlet Andalan. Inisiasi Prima Program Indonesia Emas konsepnya dari dia juga. Dia bisa mikir jauh ke depan, bagaimana prestasi Indonesia 10-25 tahun ke depan. Dia bahkan punya master plan untuk bagaimana atlet-atlet Indonesia bisa terus ada yang juara di olimpiade. Tapi dia kalah terus, gagal, kepentok birokrasi,” tambahnya. “Di luar sistem organisasi dia juga banyak bantu, apalagi pada sesama olympian. Dia banyak bantu saya ketika lagi membangun organisasi SAMBO. Di mata saya, Mas Luki adalah mentor, kakak yang baik. Dia praktisi olahraga yang seumur hidup didedikasikan kepada olahraga. Penggebrak yang bicara real apa adanya tanpa tendensi politik. Dia patriot olahraga sejati,” tandas Bayu mengenang sosok Lukman.