Sebagai Muslim tak jarang kita melakukan kesalahan dan kekhilafan. Namun sadarkah bahwa ada dosa-dosa yang jika dilakukan, maka hal itu bisa menghapus amal kebaikan yang telah diperbuat. Bahkan dosa-dosa tersebut dapat menyebabkan seseorang tergolong pada orang yang bangkrut di akhirat kelak. Berikut tujuh perkara yang dapat menghapus amal
Itu semua bagian dari perbuatan baik untuk hewan, baik hewan peliharaan maupun hewan sembelihan. Dalil perintah berbuat kebaikan yang ada di Al Quran Berikut ini merupakan beberapa dalil dari perintah berbuat kebaikan yang ada di Al Qurâan diramu dari berbagai sumber: Al Qurâan surat Al-Baqarah : 195 (Allah menyukai orang yang berbuat baik)
Al-Qurâan menjelaskan bahwa parameter suatu keyakinan dan ibadah yang benar adalah dapat mewujudkan hidup yang penuh kebaikan dan kasih sayang. 1. âBukanlah kebaikan bahwa kamu menghadapkan wajahmu ke arah Timur dan Barat, tetapi yang sebenarnya kebaikan ialah yang beriman kepada Allah swt. dan Hari Kemudian dan malaikat-malaikat dan Kitab
"Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata." [QS. Al-Ahzab ayat 58] Untuk itu, jangan suka mencela orang lain. Karena Allah tidak menyukainya dan mereka yang berbuat demikian akan mendapatkan dosa yang begitu besar.
dihukum dengan kesalahan yang tidak boleh dihukum oleh pemerintah. Ini menjadikan skop jenayah adalah besar kerana semua kesalahan yang boleh dihukum oleh pemerintah menurut syaraâ dianggap sebagai jenayah. Islam menganggap jenayah satu kesalahan yang mesti dihukum kerana ia melanggar hak Allah dan hak manusia atau makhluk lain.
Ini menunjukan bahwa orang yang mau memaafkan berarti ia telah menghapus bekas luka di hatinya akibat kesalahan yang dilakukan orang lain. Bila pada tahap âmenahan amarahâ, orang tersebut masih memiliki rasa sakit hati yang terpendam, maka pada tahap ini, orang tersebut benar-benar terhapus dan hilang hingga seakan-akan tidak pernah terjadi
Wajib menuntut ilmu syarâi. Keutamaan berjalan atau safar untuk menuntut ilmu syarâi. Menuntut Ilmu syarâi adalah jalan menuju Surga. Ilmu yang paling utama adalah mempelajari Kitâbullâh (al-Qurâân) dengan membaca, memahami dan mengamalkannya, kemudian mempelajari sunnah Nabi Shallallahu âalaihi wa sallam .
Jika prasangka itu baik, maka kebaikan baginya. Dan apabila prasangka itu buruk, maka keburukan baginya.â (HR. Muslim) Inilah hikmah dari kita meyakini bahwa segala kebaikan itu datangnya dari Allah, dan setiap keburukan yang menimpa karena dosa atau kelalaian manusia. Membuat kita selalu bersyukur karena yang terjadi bernilai kebaikan.
FSfY.